Langsung ke konten utama

Postingan

Fakta dan Khasiat Mengkudu Penangkal Covid-19

Mengkudu ( M. citrifolia ) merupakan tanaman yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Mengkudu sendiri, sering digunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakat Indonesia. Djauhariya and Rahardjo (2018) mengungkapkan bahwa dalam pengobatan tradisional, mengkudu digunakan untuk obat batuk, radang amandel, sariawan, tekanan darah tinggi, beri-beri, melancarkan kencing, radang ginjal, radang empedu, radang usus, sembelit, limpa, lever, kencing manis, cacingan, cacar air, sakit pinggang, sakit perut, masuk angin, dan kegemukan (Wijayakusuma, Dalimartha et al. 1992) . Hasil penelitian akhir-akhir ini mengungkapkan bahwa mengkudu dapat digunakan sebagai obat tumor dan kanker. Adanya aktivitas anti tumor dengan model LLC (Lewis lung carcinoma) buah mengkudu, disebabkan oleh adanya aktivitas sistem imun hospes (Hirazumi and Furusawa 1999) . Dilaporkan pula oleh Ediati dkk. (2004), bahwa jus mengkudu (kadar 0,625%) dapat meningkatkan proliferasi sel limfosit, tetapi tidak mening...

Sabun Cuci Piring Charcoal (Arang)

Produk pencuci piring  yang berfungsi untuk membersihkan peralatan  makan dan peralatan  dapur  terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan kenampakan fisik yaitu (1) berbentuk bubuk atau serbuk, (2) bentuk pasta, dan (3) bentuk cairan. Produk dalam bentuk bubuk agak kurang dikenal, produk kedua berbentuk pasta biasa dikenal dengan sabun colek. Sementara itu, produk ketiga sering banyak dipakai. Adanya bentuk pencuci piring berupa cairan menjadikan lebih praktis untuk digunakan menjadikan pencuci piring berbentuk cairan mempunyai nilai lebih dibanding produk pencuci piring lain [1]. Beberapa kendala ibu-ibu rumah tangga pada saat membersihkan peralatan makan maupun peralatan dapur adalah timbulnya bau amis membandel yang menempel di peralatan meskipun sudah dicuci. Selain itu juga sisa lemak membandel yang sulit untuk dibersihkan. Hal lain yang juga membuat ibu-ibu malas untuk mencuci peralatan dapur dan makan adalah bahwa sabun pencuci yang digunakan dapat merusak kul...

Pembuatan Hand Sanitizer dalam Upaya Pencegahan Terkena Covid-19

    Menjaga kebersihan merupakan hal wajib bagi siapapun dan kapanpun untuk selalu dilakukan termasuk menjaga kebersihan tangan. Di saat wabah virus corona yang sedang marak di awal tahun ini, salah satu penyebaran virus corona adalah melalui sentuhan tangan yang sebelumnya menyentuhan benda-benda yang telah terpapar virus kemudian tangan tersebut digunakan untuk memegang mulut, hidung dan mata. Selanjutnya virus bisa masuk ke dalam tubuh terutama di bagian pernafasan manusia. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa tangan merupakan bagian tubuh yang sangat rentan dan sangat mudah menjadi tempat bersarangnya virus maupun bakteri. Oleh karena itu, cara terbaik untuk mencegah berbagai infeksi dan penyakit yang disebabkan oleh bakteri maupun virus, yaitu menjaga kebersihan tangan dengan rutin mencuci tangan menggunakan air dan sabun selama kura ng lebih 20 detik di bawah air yang mengalir. Sayangnya, ada saat dimana kita sedang bepergian atau beraktivitas di luar rumah sehi...

Who is The First Author ?

Kisah ini terjadi beberapa bulan yang lalu tepatnya 21 Juli 2011. Begitu banyak cerita yang terjadi pada hari itu, mulai dari rasa mual saat membaca Koran di bus *kaya orang hamil aja ya :p, mungkin karena belum sarapan dan sebenernya ini sering aku alami, sampai dengan gossip tentang supervisorku yang menangis. Manuel, temen satu research group -ku dari Thailand yang telah menjadi temen curhatku selama ini bercerita bahwa dia diminta oleh supervisor untuk mempresentasikan projek risetnya di Medical School, Newcastle University sekitar bulan Oktober nanti namun, abstrak harus disubmit tanggal 28 Juli ini. Akan tetapi dia berusaha menolak permintaan itu dengan berdalih bahwa tidak ingin mempresentasikan hasil risetnya sebelum paper pertama-nya dipublikasikan di jurnal. Alasannya, dia merasa khawatir kalau-kalau projek riset tersebut dijiplak oleh researcher lain kemudian mereka lebih dulu mempublikasikannya sehingga habislah dia dan harus mengulang dari awal projek risetnya. Sebe...

Procrastination

Sudah beberapa hari ini diriku merasa malas untuk ke kampus. Walaupun demikian, setiap pukul 8.30 diriku sudah ready di bus stop menunggu STAGECOACH dengan no. 40 dan 39 jurusan kampus tercinta, Newcastle University. Dalam hati, ketika niatan untuk tidak ngampus datang, si setan putih membujuk “terus ngapain kamu di rumah seharian?? Mau tiduran?? Paling-paling juga ngga betah dan pingin ngabur juga”. Ternyata memang benar bisikan itu. Entah mengapa, hati rasanya tidak enak seandainya hanya stay di rumah walaupun bisa saja diriku mengerjakan sesuatu terkait dengan studi, misalnya, analisis data. Tapi, berdasarkan pengalaman, semua itu bullshit . Pernah suatu ketika ku bawa seabrek kerjaan kampus ke rumah. Namun ternyata, sampai di rumah justru mengerjakan yang lain, facebook-an, chating, nonton youtube, nonton TV atau ngobrol sama housmate. Dan usut punya usut, kondisi seperti ini tidak hanya aku alami. Hampir sebagian besar PhD student mengalaminya. Oleh karena itu, lebih baik nged...